Perki

Dirgahayu “40 Tahun Perki KKI hamburg eV”

Saturday, July 5th, 2008 | Perki | 1 Comment

Oleh: Patri Tarigan Sibero

Pengantar

Sesungguhnya, Tuhan Yang Maha Kuasa telah mendirikan dan menyertai Perki-KKI e.V Hamburg yang saat ini telah berusia genap empat puluh tahun, dimana awalnya pada tahun 1967 orang-orang Kristen asal Indonesia yang berada di Hamburg dan sekitarnya mempunyai kerinduan untuk mewujudkan tri-panggilan gereja, yaitu bersekutu (beribadah bersama), bersaksi dan melayani diantara kehidupan saudara-saudara se-iman yang hidup diperantaun. Sebagai orang-orang percaya mereka menyadari sepenuhnya, bahwa perwujudan tugas tri-panggilan gereja adalah merupakan tugas bersama, sehingga dapat saling mendukung dan membangun kehidupan beriman yang terjalin secara kekeluargaan walaupun diwarnai oleh beragam budaya dan bahasa sebagai kekayaan bangsa Indonesia (baca Sejarah Perki-KKI e.V. Hamburg).

Dengan kebersamaan tsb, orang-orang kristen yang berasal dari berbagai denominasi kristiani, suku maupun status sosial telah menyatakan hal-hal yang mereka pahami bersama mengenai imannya didalam pemahaman bersama Iman Kristen yang disebut: Kebaktian Keluarga Kristen Indonesia Hamburg (KKI-Hamburg). Mereka yang tergabung dalam KKI-Hamburg mengakui, saling menerima dan saling menghormati latar belakang, kekayaan rohani dan karunia masing-masing. KKI-Hamburg mengimplementasi wujud kebersamaan itu secara nyata dalam Persekutuan yang terus menerus dikembangkan dan ditingkatkan, sehingga kehadiran bersama dapat menjadi suatu kesaksian ditengah-tengah dunia kehidupan warga kristen umumnya di Hamburg. Melaksanakan tugas tri-panggilan bersama berarti melaksanakan kehendak Tuhan yang tidak berubah (Ibrani 13:8) ditengah kehidupan kota Hamburg yang sangat dinamis dari waktu ke waktu, oleh karena itu Persekutun ini bergumul terus untuk memahami kehendak Tuhan sejalan dengan perubahan lingkungan yang terjadi.

Dengan dasar pemikiran di atas, KKI-Hamburg mendaftarkan diri sebagai suatu perkumpulan yang berbadan hukum dan terdaftar secara resmi di Hamburg, yang disebut Eingetragene Verein (e.V) dan menambahkan nama Persekutuan Kristen Indonesia (PERKI), berdasarkan himbaun Perki Eropa untuk keseragaman penggunaan nama persekutuan kristen Indonesia di Eropa, dimana KKI Hamburg pada awalnya juga telah masuk menjadi anggota Perki Eropa. Selajutnya, berdasarkan berbagai pertimbangan maka ditempuhlah kebijaksanaan yang disetujui dalam Rapat Anggota dan Pengurus maka lahirlah Persekutuan Oikumenis yang disebut Persekutuan Kristen Indonesia Kebaktian Keluarga Indonesia e.V. Hamburg yang disingkat: Perki-KKI e.V. Hamburg dan terdaftar sebagai satu Organisasi resmi di Hamburg pada 2 Mei 1981.

Seperti yang tercantum dalam AD Perki-KKI e.V. Hamburg § 3 dan § 4, maka sebagai suatu organisasi Kristen Indonesia yang hidup di Jerman utara (Hamburg/Bremen dan sekitarnya), Perki-KKI e.V. Hamburg turut bertanggung jawab dalam pembangunan Iman Kristen dan kehidupan sosial di lingkungan tempat tinggalnya dan bagi dunia internasional secara umum maupun secara khusus bagi tanah air Indonesia yang masih dalam kategori negara yang sedang berkembang. Untuk mewujudkan tindak usaha tsb, maka persekutuan ini mengambil suatu sikap dalam pelayanan dan kesaksian secara positif, kritis, kreatif dan tentunya realistis memandang pentingnya membina hubungan kerjasama dengan lembaga pemerintah maupun non pemerintah (NGO) secara umum dan khususnya dengan institusi kristen, sosial ataupun agama lainnya di Hamburg, Indonesia dan berbagai negara lainnya di dunia. Berdasarkan pemahaman ini, maka Perki-KKI e.V. Hamburg menyatakan diri menjadi anggota Perki Eropa, Arbeitsgemeinschaft Christlichen Kirche Hamburg (Persekutuan Gereja-gereja Kristen di Hamburg) yang disingkat: ACKH dan juga menjadi mitra Kerja dengan Gereja Luteran di Hamburg (sebagai Sponsor Pendeta ) dan Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) di Jakarta. Hal mana juga diatur dalam konteks kerja sama antara Perki Eropa dan PGI yang dinyatakan secara jelas bahwa Perki terbuka bekerja sama dengan seluruh Gereja maupun Persekutuan dari berbagai denominasi yang ada di Eropa, Indonesia dan dunia lainnya sesuai dengan status keberadaan dan keanggotaaan Perki yang majemuk (prularistis).

Pemahaman Tugas panggilan dan pelayanan (sesuai AD Perki-KKI e.V. Hamburg § 4) dalam Persekutuan adalah ungkapan Iman prcaya kepada Yesus Kristus, dimana seluruh anggota jemaat Perki-KKI e.V. Hamburg baik pria maupun wanita dan tiap generasi disepanjang waktu, kapan dan dimana saja terpanggil untuk:

  1. Sebagai Persekutuan yang bertujuan mengabarkan injil kepada semua orang (Markus 16:15), dimana tugas panggilan ini merupakan suatu pelayanan yang mulia, yaitu mengabarkan berita: pertobatan, pengampunan dosa dan keselamatan (Lukas 24:47)
  2. Perki-KKI e.V. Hamburg menjadi saksi nyata akan Ke-Esaan Tubuh Kristus dengan rupa-rupa karunia, tetapi dalam satu Roh (1 Korintus 12:4). Tugas panggilan ini dinyatakan dalam kehidupan Perki-KKI e.V. Hamburg untuk berpegang teguh kepada injil Yesus Kristus, yaitu berdiri teguh dalam satu roh, satu tubuh dan saling memahami, memperhatikan satu dengan yang lain demi kepentingan bersama (Filipi 1:27 ; 27:2, 4 dan 1 Korintus 12:27), yaitu memperbaharui, membangun dan mempersatukan
  3. Perki-KKI e.V. Hamburg memahami tugas Pelayan dalam kasih dan turut memperjuangkan keadilan serta kebenaran (Lukas 10:27, 37 dan Yohanis 15:16). Dalam tugas dan pelayanan ini Perki-KKI e.V. Hamburg turut prihatin dengan situasi dan kondisi di alam sekitarnya dan dunia lainnya, khususnya Indonesia dimana dapat dilihat dalam tindakan aktif dan usaha Perki-KKI e.V. Hamburg dalam menyuarakan keadilan

Penjabaran Kehidupan Berperki

Untuk mewujudkan tri panggilan diatas, Perki-KKI e.V. Hamburg sudah pasti memerlukan setiap dukungan (moral maupun material) dari anggota jemaat maupun simpatisannya dan tidak bisa dipungkiri bahwa tanpa dukungan tenaga serta keahlian yang merupakan talenta dari masing-masing anggota dan simpatisan maka pelaksanaan tri panggilan ini tidak akan tercapai, baik secara Organisatoris maupun dalam pertumbuhan iman. Perki-KKI e.V. Hamburg juga bersyukur akan segala berkat Tuhan yang luar biasa karena dalam perjuangan dan pergumulan persekutuan ini yang kini berusia genap 40 tahun, selalu memperoleh banyak perhatian dan dukungan dari para mitra kerja yang dalam hal ini institusi gereja Jerman, sosial ekonomi maupun dari pemerintah.

Semenjak berdirinya KKI (1968) sampai menjadi Perki-KKI e.V Hamburg (awal l993), Persekutuan tsb. hanya sebagai sebuah Persekutuan Kristen yang tidak mempunyai tenaga Kependetaan tetap. Namun demikian, melalui perjuangan dan pergumulan dari para Pengurus yang dipilih oleh warga jemaat itu sendiri, ibadah Mingguan maupun pelayanan Sakramen (Perjamuan Kudus, Baptisan dan Pernikan) tetap berlangsung karena dedikasi para pengurus yang selalu berusaha keras mencari, menemukan dan membina hubungan dengan para pendeta yang berbahasa Indonesia. Umunya para pendeta (Theolog) yang bersedia melayani, membina dan ikut bertangung jawab dalam tugas pelayanan di Perki- KKI e.V. Hamburg adalah para pendeta Indonesia yang sedang dalam tugas belajar di Hamburg. Mereka ini bekerja tanpa pamrih atau sukarela (istilah Jerman Ehrent amlicht) dan ini merupakan suatu bukti akan kesadaran kita orang-orang beriman dalam memenuhi tri panggilan gereja di atas.

Semenjak Perki KKI terdaftar secara e.V. pada badan hukum di Hamburg, maka struktur kepengurusan dan seluruh kegiatan oprasional organisasi di tata secara teratur berdasarkan Anggaran Dasar (AD). Rutinitas kegiatan peribadahan berjalan lancar dan mengalami banyak peningkatan karena kebutuhan jemaat yang semakin bertambah dan berkembang.
Umumnya kegiatan Perki-KKI e.V. Hamburg dapat dijabarkan dalam dua katagori yaitu:

A. Kegiatan secara Organisasi
Secara organisasi dikelola oleh Badan Pengurus yang dianggkat dalam rapat anggota untuk masa jabatan selama dua tahun (AD Perki-KKI e.V. Hamburg § 7) dan berdasarkan rumusan ini, maka Ketua terpilih adalah Mandataris Perki-KKI e.V. Hamburg. Sebagai salah satu Ormas Indonesia yang berada di wilayah Jerman utara dan juga diakui sebagai satu Ormas resmi teregistrasi di Konsulat jendral RI - Hamburg, maka Perki-KKI e.V. Hamburg turut berperan aktif dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh Konsulat Jenderal RI dalam wilayah kerja Jerman utara.

B. Kegiatan sebagai wadah “Persekutuan“
Selain sebagai organisasi, Perki-KKI e.V. Hamburg adalah suatu Gereja yang “Eklesia“ dalam arti sebagai “suatu tempat beribadah orang-orang percaya yang membangun persekutuan bersama“. Praktisnya, lebih diutamakan pelayanan spiritual yang terdiri dari:

  1. Pelayanan Kebaktian Minggu dan Pelayanan Rutin lainnya
    Pertemuan Ibadah Minggu diadakan di Gereja Reformierte - Ferdinand Str 21 Hamburg setiap Minggu sore pukul 16.00. Tata Ibadah (Liturgi) yang digunakan adalah konsep Liturgi yang disusun bersama pada tahun 1988-1989 oleh satu team yang terdiri dari beberapa anggota jemaat Perki-KKI e.V Hamburg yang berasal dari Gereja Protestan, Gereja Katolik dan Gereja saudara lainnya (Frei Gemainde) di Indonesia. Penyusunan Liturgi ini mengikuti model/contoh dari Gereja Calvinis (Reformierte), Lutheran dan berbagai Gereja saudara lainnya. Tata Ibadah (Liturgi) yang telah disusun ini, bukanlah merupakan “harga mati“ atau “mutlak“ harus digunakan oleh Liturgos (Pembawa Liturgi), tetapi Liturgos secara fleksibel dapat menggunakan liturgi yang sesuai dengan gereja asalnya di Indonesia yang tentunya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan ibadah yang berlangsung saat itu.

    Kidung Pujian Jemaat yang digunakan dalam pertemuan ibadah sejak tahun delapan puluhan hingga pertengahan sembilan puluhan adalah “Nyanyian Rohani PERKI se-Eropa kemudian digunakan buku nyanyian KIDUNG JEMAAT dan Kumpulan Lagu Perki-KKI e.V. Hamburg yang disusun oleh Pengurus di tahun pelayanan 1983-1985 dan telah mengalami beberapa kali perubahan

    Sebelum Perki-KKI e.V. Hamburg memiliki Pendeta tetap (tahun 1993 sampai sekarang) sebagai Pelayan Firman, maka yang berkhotbah adalah Pendeta yang kebetulan sedang dalam tugas belajar, Evangelis, Penatua dan salah seorang dari antara pengurus ataupun anggota jemaat yang memiliki talenta untuk melakukannya. Secara prinsip Perki-KKI e.V. Hamburg adalah terbuka dan berdasarkan keyakinan, bahwa setiap orang beriman mendapat kepercayaan maupun kuasa dari Tuhan Yesus Kristus untuk memberitakan Firman Allah yang tentunya dalam batas-batas kebaktian tertentu. Sebelumnya, pertemuan ibadah minggu diadakan 1x dalam sebulan kemudian ditingkatkan menjadi 2x kali dalam sebulan dan semenjak adanya Pendeta tetap (awal tahun 1993) maka pertemuan ibadah minggu diadakan setiap minggu dan hal ini dapat diterima oleh anggota seluruh anggota Jemaat.

    Sejalan dengan ibadah minggu diadakan pula pelayanan Sekolah Minggu, dimana para Pengasuh atau Guru Sekolah Minggu dilakukan oleh anggota jemaat atau orang tua yang bersedia secara aktif melayani, membimbing dan membina para anak dalam lingkungan jemaat Perki-KKI e.V. Hamburg. Sistem Pengajaran berupa metode dan pokok bahasan yang digunakan biasanya disesuaikan dengan kondisi dan selaras dengan program kerja pengurus beserta pendeta yang bersangkutan.

    Sesuai dengan komitmen pelayanan, sejak awal pembentukan Perki-KKI e.V. Hamburg pelayanan dilakukan tidak hanya terbatas di Hamburg saja, tetapi pelayanan dilakukan juga bagi masyarakat kristen Indonesia yang berdomisili di Bremen. Sebelumnya saudara-saudara se-iman dari Bremen secara rutin datang menghadiri Kebaktian minggu yang diadakan di Hamburg, namun pada periode kepengurusan 1983 -1985 Perki-KKI e.V. Hamburg diberkati Tuhan dalam pelayanannya dengan kehadiran lima orang Pendeta dari Indonesia yang menyelesaikan program Doktoran di Universitas Theologia Hamburg, untuk jangka waktu beberapa tahun (nama para pendeta dapat dibaca dalam Sejarah Perkembangan Perki-KKI e.V. Hamburg). Para pendeta tsb, terpanggil untuk melayani jemaat Perki-KKI e.V. Hamburg bahkan secara aktif terlibat dalam periode kepengurusan di tahun tsb. Dengan adanya kehadiran para pendeta yang secara sukarela (Ehrent amtlich) melayani maka pelayanan untuk saudara-saudara se-iman di Bremen secara intensif dapat dilakukan secara rutin 1x dalam sebulan. Pelayanan ini, kemudian berlangsung secara rutin hingga saat ini, walaupun sempat terhenti selama beberapa kali periode kepengurusan dan sejak periode kepengurusan 2005-2007 pelayanan ini diaktifkan kembali.

    Selain itu ada juga pembinaaan pembangunan Iman melalui Pembelajaran Alkitab yang lebih dikenal Penelaan Alkitab (PA) dan Persekutuan Doa (PD) yang diadakan setiap hari Jumat sore. Pertama kali diaktifkan pada tahun 1983 atas inisiatif dari beberapa anggota jemaat yang berstatus mahasiswa dan melibatkan beberapa keluarga. Awalnya PA/PD diadakan di rumah anggota atau di kampus Uni-Hamburg 1x sebulan dan selanjutnya oleh seksi kerohanian dijadikan sebagai program rutin hingga saat ini, dimana pelaksanaan pembinaan berlangsung setiap hari Jumat sore di Gereja Reformierte – Ferdinand Str. 21 (baca Lahirnya PA dan PD pada periode 1983-1985). Pertemuan PA dan PD ini merupakan satu instrument pengkaderisasian pengetahuan dan pendalaman iman kristen dalam konteks menggali dan membagi firman dalam persekutuan dalam bentuk “sharing“ yang dipandu secara aktif oleh pendeta atau theolog, sehingga anggota jemaat benar-benar merasakan adanya pemenuhan kehausan atau pemenuhan kerinduan dalam mendengar dan membagi Firman dikalangan jemaat itu sendiri. Di waktu lampau, ketika perkumpulan pemuda masih aktif, program ini dilakukan juga secara paralel dikalangan pemuda dan biasanya 1x dalam sebulan digabung.

    Pertemuan Ibadah khusus Wanita, yang disebut Pelayanan Wanita (PW) juga telah lama dibentuk (tahun pembentukannya tidak tercatat), namun pertemuan ini selalu rutin 1x sebulan dan diadakan di rumah kediaman salah satu anggota jemaat secara bergilir ataupun jika ada permintaan dari anggota jemaat itu sendiri. Koordinator PW terdiri atas ketua dan bendahara yang dipilih diantara anggota PW, dimana masa jabatannya sama dengan periodisasi kepengurusan Perki-KKI e.V. Hamburg. Kapasitas ketua PW adalah juga sebagai salah satu dari anggota Pengurus Perki-KKI e.V. Hamburg dan berhak mengikuti pertemuan bulanan Pengurus secara rutin. Secara umum, progaram kerja PW ditentukan sendiri namun disesuaikan juga dengan Program kerja Perki-KKI e.V. Hamburg secara keseluruhan.

    Sama halnya dengan PW sebagai satu Tubuh Kristus, kaum Bapak/Pria Perki-KKI e.V. Hamburg juga mendapat pelayanan khusus yang pembentukannya terjadi atas inisiatif pengurus periode 2005-2007. Saat itu ditunjuk salah satu dari anggota Pengurus, yaitu Bpk. Patri Tarigan sebagai koordinator merangkap Ketua sekaligus bertindak sebagai pengambil inisiatif pembentukan Pelayanan kaum Bapak/Pria (Pelpri). Koordinator Pelpri berlangsung selama masa transisi (baca Protokol Pertemuan kaum Bapak/Pria) sampai pada awal tahun 2008 diadakan pemilihan koordinator baru sebagai pelaksana Pelpri secara rutin, yang terdiri atas: Ketua, Bendahara dan seksi Pelengkap yang dipilih langsung oleh anggota kaum Bapak/Pria. Pertemuan ibadah berlangsung 1x sebulan pada hari Sabtu minggu terakhir dirumah kediaman salah satu anggota.

    Khusus untuk Pelayanan Pemuda, Perki-KKI e.V. Hamburg mengalami kendala. Pelayanan Pemuda diberi nama Pelayanan Pemuda Gloria (PP Gloria) merupakan wadah pelayanan pemuda yang cukup aktif dimasa lampau. Namun keaktifan ini tidak dapat dipertahankan karena para Pemuda/i yang terlibat aktif, umumnya adalah mahasiswa yang datang dan pergi. Dengan demikian, kondisi ini sangat mempengaruhi keaktifan PP Gloria.
    Dalam upaya pembinaan mental-spiritual para pemuda usia 14 tahun ke atas diadakan Pelayanan Katekisasi yang bertujuan untuk membina dan mempersiapkan para pemuda secara lebih intensif mengenal Kristus dan aturan tata gereja yang berlaku. Katekisasi ini dilaksanakan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada dan dibina oleh para Pendeta yang dimintakan kesediaannya oleh Pengurus Perki-KKI e.V. Hamburg, seperti halnya yang terjadi di tahun pelayanan sebelum tahun 1993, dimana saat itu tercatat lima orang pendeta Indonesia yang sedang dalam tugas belajar di Uni-Hamburg. Namun sejak tahun 1993, hal ini dilaksanakan oleh Pendeta tetap Perki-KKI e.V. Hamburg sendiri. Bahan Pengajaran Katekisasi yang dipakai adalah pengajaran Agama Kristen (Katekismus Heidelberg), yang pada dasarnya agak sulit diterapkan bahan ajar tsb. kepada para katekisan karena adanya latar belakang pluralistik terutama untuk para calon “Sidi Baru“. Secara teoritis, pembinaan bagi calon “Sidi Baru“ sebaiknya diterapkan “bahan ajar“ yang sesuai dari Gereja asalnya. Dalam praktek yang pernah terjadi beberapa waktu lampau, sering dilasanakan pelayanan katekisasi bagi orang dewasa yang belum pernah dibaptis ; artinya katekisan belum terikat kesalah satu gereja tertentu, dengan demikian tidak ada kesulitan untuk memakai bahan Pengajaran Agama Kristen yang ada.

  2. Pelayanan Kebaktian Khusus
    Pelayanan terhadap sakrament Baptisan Kudus dilaksanakan dibawah otoritas gereja resmi yang disesuaikan dengan permintaan/pilihan dari warga jemaat bersangkutan. Perki-KKI e.V. Hamburg hanya bertindak sebagai pelaksana dan mengusahakan Pendeta Pembabtis dan Surat Baptisan dari gereja yang bersangkutan. Namun, sejak Perki-KKI e.V. Hamburg memiliki pendeta tetap maka pelayanan sakramen Baptisan dilaksanakan oleh pendeta tsb. dan surat baptisan dikeluarkan oleh gereja Reformierte dan Lutheran.

    Pelayanan Sakramen Perjamuan Kudus dilakukan terjadwal dalam ibadah minggu, yaitu pada hari minggu pertama bulan berjalan. Pelayanan ini diadakan dalam corak oikumenis dimana cara yang dipakai disesuaikan dengan Gereja asal Pendeta pelaksana, apabila ini dilaksanakan oleh Pendeta tamu. Namun sejak Perki-KKI e.V. Hamburg memiliki pendeta tetap, maka sakramen ini dilaksanakan oleh pendeta yang bersangkutan.

    Selain Kebaktian Khusus bagi Pelayanan kedua sakramen di atas, maka Perki-KKI e.V. Hamburg juga melakukan Pelayanan Kebaktian Khusus yang berupa: Pemberkatan Nikah, Penguburan, Jubileum, dll. Hal ini disesuaikan dengan permintaan Jemaat yang bersangkutan, dimana Perki-KKI e.V. Hamburg bertindak sebagai pelaksana dan berusaha mencari pendeta yang sesuai dengan permintaan jemaat yang bersangkutan. Hal ini tentunya dihargai mengingat akan kemajemukan Persekutuan yang bersifat oikumenis nanun diperioritaskan untuk dilayani oleh Pendeta Perki-KKI e.V. Hamburg itu sendiri.

    Pelayanan Kebaktian khusus juga berupa undangan khusus untuk meakukan kebaktian Oikumenis yang dilakukan secara bersama dengan gereja setempat ataupun dengan institusi lainnya.

  3. Pelayanan Pembinaan Jemaat Non Spiritual
    Dalam menghadapi berbagai perkembangan yang terjadi dalam era globalisasi, khususnya yang terjadi di Indonesia dan Eropa, Perki-KKI e.V. Hamburg juga dibina, disiapkan dan diarahkan orientasinya ke arah perubahan tsb. Hal ini nampak dalam peranan Perki-KKI e.V. Hamburg yang secara aktif menghadiri berbagai kegiatan seminar yang diselenggarakan oleh Pemerintah, institusi gereja maupun non-gereja di kota Hamburg. Selain itu pula, Perki-KKI e.V. Hamburg bersama-sama dengan Institusi/Ormas lainnya bahkan juga bersama golongan agama lainnya menyelenggarakan seminar dengan berbagai topik menarik yang berhubungan dengan perkembangan dunia saat ini dan biasanya seminar seperti ini diadakan untuk kalangan umum. Secara intern, Perki-KKI e.V. Hamburg juga mengadakan kegiatan diskusi atau seminar serupa dari sudut pandang iman kristiani, dengan menghadirkan narasumber yang berkompetent dengan tema pembicaraan. Terkadang juga, seminar seperti ini dipimpin langsung oleh pendeta dan atau salah satu dari anggota pengurus atau jemaat yang memiliki pengetahuan berdasarkan tema pembicaraan. Hal ini memperlihatkan bahwa Perki-KKI e.V. Hamburg tidak hanya bertumpu pada pembinaan religius semata, tetapi pembinaan bidang sains juga ditingkatkan dengan menggunakan ALKITAB sebagai landasan teori berpikir. Secara jelas, jemaat dan persekutuan dapat melihat dan menyimak sendiri berbagai seminar yang pernah diselenggarakan dalam kehidupan ber-Perki selama 40 tahun perjalanan.

Keanggotaan, Kepengurusan dan Pendeta

  1. Keanggotaan
    Telah diungkapkan sebelumnya, bahwa secara umum Anggota jemaat Perki-KKI e.V. Hamburg adalah heterogen dan terdiri atas orang kristen Indonesia yang menetap di Jerman ataupun yang hanya tinggal untuk beberapa waktu (temporal).

    Secara implisit dapat dijelaskan bahwa, anggota resmi Perki-KKI e.V. Hamburg adalah jemaat yang mendaftarkan dirinya secara tertulis dengan mengisi Formulir Pendaftaran Anggota dan mengikuti aturan organisasi yang berlaku dalam Anggaran Dasar Perki-KKI e.V. Hamburg. Setiap anggota resmi mempunyai hak suara dan dapat dipilih sebagai Ketua ataupun menjadi salah satu anggota Pengurus. Anggota Resmi yang terdaftar ini, secara rutin diadakan “Pendataan Ulang“ sekali dalam dua tahun, sehingga kondisi data jemaat yang aktual tetap terpantau, sebagaimana yang tercantum dalam (AD Perki-KKI e.V. Hamburg § 5). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa, jumlah anggota jemaat selalu berubah-ubah sehingga cukup sulit untuk menyatakan jumlah anggota yang riil, namun secara umum jumlah anggota yang terdaftar berkisar 150 orang.

    Secara umum, anggota Perki-KKI e.V. Hamburg adalah jemaat yang terbuka secara primer dan tidak begitu mementingkan denominasi masing-masing bahkan juga membina, mengarahkan dan melayani secara intensif saudara-saudara yang ingin menjadi pengikut Kristus melalui persekutuan ini. Namun tidak dapat dipungkiri, bahwa tidak mudah untuk memahami penghayatan oikumene diantara kanggotaan yang majemuk atau pluralistis. Adanya penerapan gereja yang oikumenis bukan berarti membentuk kesatuan dan keseragaman tetapi melakukan tugas panggilan dan pengutusan yang sama sebagai Tubuh Kristus. Secara relatif ada perbedaan yang muncul, namun didasarkan oleh upaya yang tulus dan ikhlas secara sungguh-sungguh untuk mencari dan menemukan arah yang satu yaitu mempraktekan kehidupan saling berbagi dan saling berdialog, rela berkorban dan merendahkan diri dengan landasan Kasih didalam persekutuan ini. Dengan demikian, jika terjadi konflik tidaklah dianggap sebagai penghalang dalam persekutuan, tetapi merupakan kekayaan, berkat dan karunia Roh. Dengan dasar ini, maka anggota jemaat Perki-KKI e.V. Hamburg memiliki jati diri yang dinamis dan terbuka yaitu dengan mengapresiasikan keanekaragaman yang ada tanpa kehilangan jati diri dan pegangan iman kepercayaan.

  2. Kepengurusan

    Persekutuan Perki-KKI e.V. Hamburg dipimpin oleh seorang Ketua yang dipilih dalam rapat anggota dan selanjutnya ketua terpilih melengkapi semua personalia kepengurusan sesuai dengan Rancangan Program Kerja untuk masa kepengurusan 2 tahun seperti yang termaktub dalam AD Perki-KKI e.V. Hamburg § 8. Seksi pelengkap dalam struktur kepengurusan tiap periode dapat berubah sesuai rancangan program kerja yang diajukan oleh ketua terpilih.

    Tugas pokok pengurus adalah sebagai badan pelaksana dan penanggung jawab tugas harian organisasi sepenuhnya, mengurus/mengelola keuangan persekutuan dan mempersiapkan rapat anggota sesuai situasi dan kondisi sebagaimana yang tercantum dalam AD Perki-KKI e.V. Hamburg § 7.

  3. Pendeta

    Dalam masa kepengurusan Bpk. Wemmy Tandaju (tahun 1991-1993), mulai dijajaki secara intensif pengadaan pendeta tetap dari Indonesia untuk melayani Perki-KKI e.V. Hamburg. Penjajakan ini dimulai ketika terbentuknya Nordelbisches Mission Zentrum (NMZ) di Hamburg yang saat itu mulai mengarahkan perhatian dan membuka peluang untuk membantu pelayanan misi di Asia Tenggara. Kondisi ini kemudian dianfaatkan oleh Perki-KKI e.V. Hamburg dan mulai mengadakan kontak khusus dengan pihak NMZ. Rapat kerja secara intensif dilakukan dan memakan waktu hampir dua tahun. Kontak pembicaraan dengan pihak Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) juga dilakukan di Frankfut dan Belanda, yang pada saat itu memberikan lampu hijau bagi Perki-KKI e.V. Hamburg untuk dicarikan seorang pendeta dari salah satu gereja anggota PGI di Indonesia.

    Untuk kelancaran tugas dan efektifitas kontak dengan institusi donor, maka Perki-KKI e.V. Hamburg diwakili oleh lima orang anggota jemaat, masing-masing: Bpk.Wemmy Tandaju, Ibu Kartini Mumme, Bpk. D.A.R Lokollo, Bpk. Patri Tarigan dan Bpk. Bhenny Ariesanto yang kemudian dilanjutkan oleh Bpk. Frans Supit (1992). Sedangkan institusi donor yang dimaksud adalah: Nordelbisches Kirche (NEK) yang diwakilkan kepada NMZ, Diakonisches Werk Hamburg, Arbeitsgemeinschaft Cristlicher Kirche - Hamburg (ACKH) dan Evangelisch Reformierte - Hamburg.

    Atas penyertaan dan kasih karunia Tuhan, upaya yang dilakukan ini terwujud menjadi kenyataan dimana pada 21 April 1993 diadakan penandatanganan perjanjian kerjasama segitiga antara: Perki-KKI e.V. Hamburg, NEK dan PGI untuk penugasan pendeta tetap tahap pertama di Perki-KKI e.V. Hamburg untuk masa kerja lima tahun pelayanan. Selanjutnya dari Indonesia didatangkan Bpk. Pdt. Jan Sumakul, S.Th dan istri: Ny. Pdt Cornelia Josephine Najoan, keduanya berasal dari Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM).

Dalam melaksanakan tugas pelayanan di Perki-KKI e.V. Hamburg telah disepakati bersama beberapa hal mendasar, a.l:

  • bahwa Pdt. Jan Sumakul, S.Th diberi beban kerja 2/3 jam kerja sedangkan 1/3 jam kerja adalah tanggung jawab gereja Jerman; yang dalam hal ini dilaksanakan oleh Kirchenkreis Storman (KKS). NEK memberikan tanggung jawab ini ke KKS bukan berdasarkan letak geografis Perki-KKI e.V. Hamburg ber-gereja, tetapi berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa hampir sebagian besar orang-orang Kristen Indonesia bermukim dalam wilayah Kreis storman. Hal yang sama juga diberlakukan oleh NEK terhadap gereja Afrika dan Korea.
  • Penggajian pendeta menjadi tanggung jawab penuh NEK berdasarkan sistem penggajian dan aturan yang berlaku di gereja Lutheran
  • Evangelische Reformierte Kirche di Hamburg membantu Perki-KKI e.V. Hamburg dalam biaya pemakain Gedung Gereja di Ferdinand str 21 sebagai tempat ibadah.
  • Perki-KKI e.V. Hamburg menanggung segala biaya administrasi kerja pendeta dan biaya perjalanan internasional pergi-pulang setelah selesai tugas pelayanannya.
  • PGI mencari dan mengurus keberangkatan dan kepulangan pendeta kembali ke gereja asalnya di Indonesia.

Tugas pelayanan Pdt. Jan Sumakul, S.Th dan istri berakhir pada tahun 1998 dan di awal tahun 1999 kesinambungan tugas pelayanan ini dilanjutkan oleh Bpk. Pdt. Sulaiman Mangguling sebagai pendeta kedua yang berasal dari Gereja Toraja, untuk masa tugas pelayanan lima tahun di jemaat Perki-KKI e.V. Hamburg.
Dalam pada itu, NEK menempuh kebijakan untuk mengurangi beban kerja pelayanan dalam jemaat menjadi hanya ½ jam kerja. Kebijakan ini dikarenakan adanya penurunan kondisi finansial dari NEK, sehingga NEK sendiri tidak sanggup untuk menggaji pendeta secara penuh. Hal ini berlaku juga untuk para pendeta yang melayani di gereja Luther.

Dalam masa tugasnya di Hamburg, Pdt. Sulaiman Mangguling menikahi seorang Putri asal Toraja: Naomi Manguling dan dianugerahi seorang putra (Sundunmo Mangguling) yang lahir di Hamburg.

Setelah tugas pelayanan Pdt. Manguling berakhir, NEK yang bertindak sebagai sponsor tidak menyanggupi adanya kelanjutan pengadaan pendeta tetap yang didatangkan langsung dari Indonesia. Strategi pelayanan kemudian berubah dimana Perki-KKI e.V. Hamburg mengupayakan seorang tenaga pekerja theologis yang didatangkan dari Indonesia dengan beban kerja hanya 1/3 dari jam kerja yang ditentukan. Secara praktis, penggajian untuk seorang tenaga theologis dengan status Vikaris dapat dijangkau oleh pihak sponsor.

Untuk kelancaran tugas-tugas pelayanan, khususnya untuk pelayanan sakramen dalam jemaat Perki-KKI e.V. Hamburg, maka KKS mengutus seorang pendeta Jerman: Susanne Lehmann-Fahrenkrug untuk membantu Vikaris Hesky Opit, S.Th yang berasal dari GMIM-Indonesia. Selanjutnya, karena desakan kebutuhan pelayanan dalam jemaat terutama untuk pelayanan sakramen dalam bahasa Indonesia, maka Perki-KKI e.V. Hamburg mengusulkan ke GMIM untuk mentahbiskan Vikaris Hesky Opit, S.Th sebagai pendeta penuh dan hal ini terlaksana pada Oktober 2006.

Strategi pelayanan yang demikian, nampaknya memberikan dampak positif bagi Perki-KKI e.V. Hamburg, dimana: 1). persekutuan ini dapat memiliki seorang pendeta tetap “penuh“ yang sebelumnya menjalankan tugas Vikaris ; 2). Persekutuan ini masih terus disponsori oleh NEK dan 3). sistem ini lebih dikenal dengan sebutan “Dual System“ yang terus berlaku sampai saat ini.

Tanpa disadari, Persekutuan ini memasuki suatu era pelayanan baru, yaitu “era integrasi“ dimana sistem ini oleh pihak KKS dianggap berhasil dan berdaya guna bagi jemaat Perki-KKI e.V. Hamburg berdasarkan evaluasi yang dilakukan. Dual System ini kemudian diperpanjang kembali untuk jangka waktu pelayanan tiga tahun mendatang, dengan pasangan Pdt. Hesky Opit, S.Th (GMIM-Indonesia) dan Pastorin Friederike Raum-Blöcher (Gereja Luther-Jerman) yang menggantikan Pastorin Susanne Lehmann-Fahrenkrug.

Tugas seorang pendeta yang melayani di jemaat Perki-KKI e.V. Hamburg tidak mudah, karena sebagai pendeta yang datang dari suatu denominasi tertentu harus memiliki kemampuan untuk membina keharmonisan sifat oikumenis sebagai kekayaan yang dimiliki oleh Persekutuan ini sebagaimana tercantum dalam Preambul AD Perki-KKI e.V. Hamburg.

Struktur Organisasi Perki-KKI e.V. Hamburg

Struktur organisasi secara jelas diatur dalam Anggaran Dasar dan juga berdasarkan kebutuhan serta kebiasaan yang berlaku selama ini. Yang dimaksudkan dengan kebiasaan yang berlaku adalah berdasarkan pertimbangan bahwa semua warga jemaat adalah subyek dan tidak berbentuk kuasa atau hirarki melainkan struktur pelayanan merupakan tanggung jawab bersama yang bersifat komunkatif dan positif sehingga di upayakan agar semua warga jemaat kristen merasa senang dan terpanggil untuk datang dan bekerja bersama melayani Tuhan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa struktur dan karakter Perki-KKI e.V. Hamburg, adalah sbb: 1). berkarakter pelayanan-demokratis dan partisipatif-bersifat supportif serta fasilitatif; 2). melakukan pendelegasian tugas dan wewenang dan 3). memberikan peluang dan ruang agar semua orang dapat menggunakan talenta yang dimiliki secara optimal.


Kesimpulan

Perki-KKI e.V. Hamburg mendapat cukup banyak julukan dari para pendeta, pengunjung dan orang-orang yang mengenal Persekutuan ini dari berbagai penjuru dunia. Yang masih teringat dalam ingatan penulis, antara lain:

  1. Perki-KKI e.V. Hamburg ibarat Stasiun Kereta Api, tempat singgah sebelum melanjutkan perjalanan
  2. Perki-KKI e.V. Hamburg ibarat sebuah Rumah Besar, tempat berkumpul bagi semua orang yang mencari tempat perteduhan.
  3. Perki-KKI e.V. Hamburg ibarat sebuah Kemah Ibadah bagi semua orang rindu beribadah.
  4. Perki-KKI e.V. Hamburg ibarat sebuah Keluarga Besar yang hidup bersama dalam segala suka duka.
  5. Perki-KKI e.V. Hamburg ibarat sebuah Pelabuhan, tempat kapal berlabuh, berteduh bahkan mengisi kebutuhan perlengkapan untuk hidup sebelum melanjutkan perjalanan,
  6. … dan masih banyak lagi julukan lainnya yang diberikan.
  7. Julukan Terakhir: “Perki-KKI e.V. Hamburg ibarat Sebuah Pelabuhan“ merupakan julukan favorit Penulis. Julukan ini bukan saja tepat karena keberadaanya di kota Pelabuhan Hamburg tetapi penulis ingin mengajak kita semua untuk merenungkan makna kata “pelabuhan“ yang tersirat di dalam perenungan lirik di bawah ini:

„Pelabuhanku Perki-KKI e.V. Hamburg“

Fajar terbenam di ufuk barat, dan kembali menyingsing di ufuk timur
Musim datang saling bergantian menyapa dan menegur
Diantara mereka yang beriman dan berkarya sudah menabur
Pelabuhanku, lahirlah Engkau yang diberkati Bapaku, aku bersyukur

Dahulu, ketika ku sendiri hidup dimalam pekat, kudatang berlabuh padamu
Pelabuhanku, kau sambut aku dengan tangan terbuka dengan seulas senyummu
Ketika aku menyunting pesona kota ini Engkau memberkatiku
Ah……… Betapa setianya Engkau pelabuhanku, jantung hatiku

Ketika Bapa menitipkan Putri-putriku kubawa mereka kepadaMu
Kau belai mereka dengan lembut dan mengelus rambutnya dengan air suciMu

HatiMu Penuh cinta dan kasih, sabar dan ramah tiada pernah berubah
Kadang kala aku sedih, aku perih membuatku merintih dan tergugah
Engkau bersenandung menghiburku dengan puisi pujian yang indah
Diterik panas kehidupanku yang 1000 derajat Kau beri ku berteduh

Waduh… aku menangis tertitih, semuanya menindih putuskan nafasku
Keluhanku, kesakitanku mengodaku menjauhkan diri dari padaMu
Pelabuhanku engkau tetap setia, menerima menunggu kedatanganku
40 tahun lamanya engkau menyertai pasang surut hidupku

Banyak sahabat-sahabatku berlabuh didermargamu dan pergi tanpa pamit
Ketika badai dahsyat menghempas, mereka mininggikanMu setinggi langit
Pelabuhan-pelabuhan baru didirikannya dengan sorakan dan tambur dahsyat
Aku berkabung melihat kemunafikan, bisikanmu itu semua punya maksiat

Di hari sabat ada yang berontak, menolak bergejolak seolah-olah menghina
Engkau merangkulku dengan kasih membisikan semuanya akan baik pada waktunya
Ah… Kaulah timbangan, patokan dan mata air yang mengalir tak putus-putusnya
Siang dan malam, panas dan dingin, terang dan gelap Pelabuhanku selalu terbuka

Alfa Omega jalan hidupku, kujalani dengan dampinganMu yang berkesan
Kesepian, perpisahan, penderitaan, penghinaan, kematian dan semua gema kegembiraan
Dalam aku tidur, bangun, duduk, sadar tak sadar pertolonganMu berantaian
Ah seandainya engkau tidak eksis dimanakah aku akan berlabuh

Kemanakah handaitaulanku dan Tamu-tamuku akan kubawa untuk berteduh
Segenap jiwa ragaku dan sisi rumahku bersyukur kepada Penciptamu yang teguh
Telah menganugerahkan 40 tshun Pelabuhanku ”Dirgahayu” Perki-KKI Hamburg tetaplah,
Engkau berdiri, teguh melawan prahara yang dahsyat dengan gelora tak pernah jenuh.

Patas Hamburg musim panas akhir juni 2008

Akhirnya ada beberapa catatan penutup yang ingin penulis sampaikan:

  • bahwa keberadaan Perki-KKI e.V. Hamburg adalah merupakan berkat bagi seluruh warga Kristen Indonesia di Jerman/Eropa secara umum dan khususnya warga Kristen Indonesia di Jerman utara
  • bahwa Perki-KKI e.V. Hamburg merupakan stasiun pertama sebelum berdirinya Gereja/ Persekutuan Indonesia secara tersendiri, hal mana dapat kita syukuri sebagai kekayan kita orang Kristen Indonesia yang mengimani Yesus Kristus sebagai juru selamat walaupun memakai bendera yang beraneka warna
  • untuk meneruskan Perki-KKI e.V. Hamburg yang Oikumenis, diperlukan dialog dan refleksi yang dilakukan dalam keterbukaan dan keutuhan jiwa yang mampu menampilkan fungsi persekutuan itu secara utuh, seperti yang telah diperankan oleh Perki-KKI e.V. Hamburg sejak terbentuknya hingga saat ini. Mengingat bahwa pertukaran generasi sudah berada diambang pintu, maka sangat diharapkan gambaran ini akan terus diperankan oleh generasi penerus
  • untuk Visi dan Misi Perki-KKI e.V. Hamburg yang kini telah berusia 40 tahun, dapat dikatakann cukup dewasa didalam umur tetapi tetap muda dalam menghadapi situasi dan kondisi yang selalu dinamis, dimana sangat diperlukan dasar spiritual yang kuat yaitu iman percaya akan keselamatan yang sudah dianugrah Tuhan Allah melalui pengorbananNya di kayu salib. Visi kita bersama dimasa mendatang adalah mengemudikan Perki-KKI e.V. Hamburg kearah kemandirian yang mampu menghidupkan diri sendiri dan marilah kita berjuang saling bahu membahu sebagai laskar kristen yang setia untuk mengabarkan keselamatan di mana saja dan kapan saja.

Suntingan Artikel ini dikutip dari:
a. Pengalaman penulis dalam Berperki sejak 1975
b. Kumpulan Warta Persekutuan dan Suara Persekutuan Perki-KKI e.V. Hamburg
c. Kumpulan Notulen dari beberapa periode kepengurusan
d. Majalah Koinonia dan Laporan Berita Perki se-Eropa
e. Buku-buku Kristen Berbahasa Indonesia
f. Berbagai Artikel yang diterbitkan oleh PGI

Tentang Penulis

Nama: Patri Tarigan Sibero
Lahir: Tanah Karo awal 1954
Status: Menikah dan dikaruniai tiga orang Putri

Pengalaman dalam Perki-KKI e.V. Hamburg:

  • Aktif sebagai anggota sejak 1975
  • Aktif melayani dalam pelayanan intern dan pernah menjabat sebagai: Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris I, Bendahara, Pembantu Umum, ditunjuk sebagai Koordinator Pendiri Pekumpulan kaum Bapak/Pria (Pelpri) serta menjabat Ketua sementara Pelpri, tim pemeriksa keuangan (Verifikasi) dan aktif dalam berbagai kepanitiaan kegiatan Persekutuan
  • Sebagai Delegasi resmi dalam bebagai Pertemuan Perki se-Eropa
  • Mewakili Perki-KKI e.V. Hamburg dalam mendirikan Forum Masyarakat Indonesia di Hamburg (FORMIHAM).

Benutzerdefinierte Suche

Kalender Acara

    Slideshow

    Get the Flash Player to see the slideshow.

    Foto Galeri

    dsc_6597.jpg Koor Boniaga Koor Perki Hamburg niedesachsen-group.jpg dsc_6627.jpg dsc_6655.jpg nadeak-gebi.jpg tari5.jpg anak-anak.jpg

    Arsip Berita

    Lain lain

    Resep masakan khas batak
    - Saksang
    - Arsik
    - Tasak telu
    - Cimpa

    Lagu & Lirik
    - Toba
    - Karo
    - Angkola
    - Simalungun
    - Pakpak
    - Mandailing