Batak-Sommerfest di Nordstrand
Tuesday, August 5th, 2008 | Nordstrand
.jpg)
Pesta tersebut dihadiri oleh orang orang Batak yang bukan hanya tinggal di jerman saja tapi dari negara eropa yang lain, juga dihadiri oleh suku suku indonesia lainnya dan juga penduduk setempat.
Sommerfest yang berjalan selama 3 hari, dimulai hari jumat tanggal 1 s/d 3 agustus 2008.
Progam acara cukup padat, penyambutan tamu diiringan musik oleh bapak R. Sidabutar, bapak Napitu dan pemusik lainnya. Usai pendaftaran, para tamu saling berkenalan.
Selesai makan malam para panitia dan para tamu yang ingin mengisii acara mengadakan latihan bersama.
Sambil berseloroh Pdt. Wiese meragukan akan cuaca yang diramalkan akan hujan, bapak P. Tarigan mengatakan tidak usah khawatir cuaca pasti kan baik, karena dari tahun 1983 sampai sekarang, jika ada acara batak di Nordstrand cuaca selalu baik, barangkali Opung Nomesen selalu berbisik kepada Petrus supaya diberikan cuaca yang baik.
Ini semua perlu ditangani dengan struktur Organisasi yang teratur, maka dengan demikian kedua belah pihak dapat menjalin hubungan yang solid, untuk itu beliau mengusulkan membentuk suatu wadah perkumpulan Batak seeropah yang menyatukan seluruh ormas Batak yang ada di negara Eropah. Beliau mengakhiri pidatonya dengan ucapan selamat menikmati acara somerfest 2008.

Acara berlangsung sampai sore, namun penuh dengan beraneka ragam tampilan tari, lagu dari berbagai daerah di Indonesia, disamping acara yang sudah dipersiapkan oleh tim panitia maka para tamu diberi juga kesempatan spontanistas untuk memeriahkan acara. Acara hari sabtu ini diakhiri dengan makan malam.
Bapak Peter Harry Cartensen dalam kata sambutannya dengan gaya humornya menyampaikan respek kepada Opung Nomenssen yang berasal dari Nordstrand, dari sebuah kampung petani yang kecil tapi dapat mengubah dunia dengan keyakinan dan imannya, sehingga dia menjadi terkenal didunia. Dan Nordstrand dikenal baik oleh kalangan umat Kristen, seperti rubrik yang dia dapatkan dari internet, dimana sebuah koran dinegara Swis menulis tentang misionar Nomensen di Sumatara yang berhasil menjadikan orang Batak menjadi Kristen, karena hal ini bukanlah sesuatu yang mudah. Memang sungguh aneh seorang putra petani di tanah datar dapat diterima oleh petani didaerah pegunungan karena daerah Batak sama seperti daerah Bavaria (Bayern). Beliau bangga akan prestasi dari Nomensen seorang putra Nordstrand yang sangat sederhana namun mempunyai karya luar biasa, apa lagi bila kita melihat situasi pada masa 1840 an, yang mana perjalanan dari eropah menuju asia memakan waktu berbulan-bulan dengan kapal layar pada waktu itu. Untuk meneruskan misi yang mulia ini beliau berkeinginan untuk suatu waktu dapat memenuhi undangan yang sudah disampaikan, untuk mengunjungi Indonesia khususnya Sumatra utara. Dengan harapan semoga hubungan baik ini dapat lebih ditingglkatkan baik itu di bidang agama, sosial budaya dan ekonomi.
Putra putra Nordstrand meninggalkan kampung merantau keluar untuk memperbaiki nasib yang lebih baik, lain halnya dengan Opung Nomensen yang pergi untuk memperbaiki nasib orang lain. Inilah suatu yang ajaib dalam mengikut Tuhan.
Tim Redaksi batak.de Ugin, Patas
5 Comments to Batak-Sommerfest di Nordstrand
Kok enggak ada yang kasih tau saya ya, kalo bisa daftar acara untuk pesta di beritakan, supaya kamipun bisa datang - salam sejahtera
Horas jala gabe ma sude bangso Batak di tano silebani.. Debata denggan roha, mangaramoti hita sude… horas horas horas
Horas !
Mejuah-juah !
Ternyata adat batak terlaksana juga di Nordstrand German, masing-masing lengkap pula dengan ulos.
Amazing ! Salut lihat kekompakan masyarakat Indonesian di German.
God bless you !
29 April 2009
Horas
senang bisa mendengar Batak ada di eropa…
yang saya mau tanyakan,
apakah batak eropa masih ingat akan bonapasogit,
karena bonapasogit tetap aja tertinggal, tak maju2
karena banyak batak yang pulang hanya membangun nisan,
tidak pernah saya dengar seperti program beasiswa buat anak2 di bonapasogit.
bonapasogit menanti karyamu
Mauliate
4 June 2009
Just fantastic,
Tapi seandainya warga Nordstrand datang ke bonapasogit kita,saya yakin alangkah kagetnya beliau-beliau sebab kampung halaman kita masih sangat tertinggal.Di Nordstrand orang mungkin salut sama orang batak,tapi ingatlah bonapasogit kita masih butuh uluran tangan,ide,karya untuk generasi mendatang.
Horas jana gabe,mauliate
Leave a comment
9 August 2008